Krisis energi membayangi masa depan dunia. Sumber daya yang ada tak cukup, tak pernah akan cukup menandingi nafsu manusia yang ingin segalanya makin mudah dan canggih.
Bahan bakar fosil yang makin menipis di tengah kekisruhan di Timur Tengah, membuat orang melirik sumber-sumber energi alternatif, misalnya panas bumi, cahaya matahari, air, juga nuklir yang meski bisa menimbulkan petaka, tetap memikat.
Soal energi alternatif, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyiapkan terobosan: memanen energi dari luar angkasa. Sebuah perangkat berbentuk mirip gelas koktail raksasa sedang digagas. Ia nantinya akan diterbangkan ke langit untuk memanen energi matahari dari dekat.

Seperti dimuat Daily Mail, NASA telah mengalokasikan dana untuk melakukan penelitian awal.
(Source: teknologi.vivanews.com)
![]()
Sebuah adegan di film 2001: A Space Odyssey menceritakan tentang sebuah komputer yang tahu jika manusia berbohong. Tapi tampaknya, itu akan terjadi di kehidupan nyata.
Di tangan ilmuwan Universitas Buffalo, komputer dapat dibuat untuk program mendeteksi kebohongan. Tim ilmuwan tersebut memproduksi sebuah software yang memungkinkan sebuah komputer untuk mengkuti gerak mata dan mengukur gerakan mata tersebut apakah mengatakan sebuah kebenaran ataupun kebohongan.
Seperti dilansir dari laman Gizmag, program komputer tersebut mampu dengan tepat membongkar kebohongan dengan tingkat akurasi 82,5 persen. Menurut para peneliti, seorang interogator yang terlatih hanya mampu menghasilkan rata-rata kesuksesan 65 persen saja.
(Source: teknologi.vivanews.com)
![]()
Sejumlah kisah di sains fiksi sering menggambarkan mengenai robot yang berjalan dengan dua kaki, yang mampu mengendalikan kakinya layaknya manusia. Dari menggunakan alat, menyetir kendaraan, hingga menjadi mesin pembunuh yang menakutkan, layaknya Terminator.
Amerika Serikat dikabarkan sangat ingin untuk mengembangkan robot yang menyerupai manusia atau humanoid ini. Namun, robot ini tidak dikembangkan untuk kepentingan perang, melainkan untuk menyelamatkan nyawa manusia.
(Source: teknologi.vivanews.com)
![]()
Planet Mars kembali menawarkan ilusi yang memikat mata manusia. Instrumen High Resolution Imaging Science Experiment (HiRISE) yang ada di pesawat luar angkasa Mars Reconnaissance Orbiter milik Badan Antariksa Ameriksa Serikat (NASA) menangkap penampakan gajah di permukaan “planet merah”.
Terlihat jelas dahi, mata, juga belalai gajah. Tapi, tentu saja tak ada hewan yang hidup di sana. Seperti dimuat situs sains, SPACE.com, penampakan tersebut terjadi akibat banjir lava yang mengering di permukaan Mars.
(Source: teknologi.vivanews.com)

Ian Campbell dan Hugh O'Neill dari Australia National University (ANU) mengemukakan bahwa Bumi terbentuk dari mekanisme yang berbeda dari yang dipercaya saat ini.
Hasil penelitian mereka menantang teori bahwa Bumi terbentuk dari material yang sama dengan Matahari. Dengan demikian, Bumi punya komposisi chondrit.
Chondrit adalah meteorit yang terbentuk di nebula yang mengelilingi Matahari 4,6 miliar tahun lalu. Meteorit ini berharga karena punya hubungan langsung dengan material awal Tata Surya.
(Source: sains.kompas.com)
Seorang astronot asal Belanda, Andre Kuipers, merekam gambar permukaan bumi yang tampak misterius yang berada di Mauritania, Afrika Barat. Gambar menakjubkan itu dia ambil saat berada di stasiun ruang angkasa yang melintas di atas Gurun Sahara, Pantai Atlantik, Afrika Barat. ![]()
Seperti dilansir Space.com, 27 Maret 2012, gambar permukaan bumi itu berbentuk seperti lingkaran cincin raksasa. Diduga, kondisi itu diakibatkan oleh erosi lapisan batuan.
(Source: teknologi.vivanews.com)
![]()
Raksasa Google kini sedang melakukan langkah besar. Perusahaan itu mengumumkan sebuah proyek mengagumkan yang belum pernah ada sebelumnya; Project Glass. Menciptakan sepasang kacamataAugmented Reality (AR) yang fungsinya sangat menakjubkan. Proyek baru ini dirintis oleh Google[x], perusahaan pengujian teknologi rahasia Google di Mountain View, California. Kabar tentang adanya proyek ini sudah santer semenjak Febuari lalu. Kian ramai dibicarakan sesudah pengumuman itu, Rabu,4 April kemarin.
“Kelompok kami dari Google[x] memulai Project Glass untuk membangun teknologi ini. Salah satunya yang akan membantu Anda menjelajahi dan berbagi dunia Anda,” tulis perusahaan itu dalam posting di Google+ seperti dilansirDigitalTrends.
(Source: teknologi.vivanews.com)