Home · Laboratorium · Forum · Archive · RSS · Ask · Request · Mobile
Wormhole ? Lubang Cacing?
Wormhole itu adalah ‘sesuatu’ yang ada secara teoritis. Paling tidak sampai detik tulisan ini ditulis, wormhole hanya ada di atas kertas teori, atau muncul di film-film dan buku-buku fiksi ilmiah. Keberadaan wormhole dalam teori dimulai ketika Albert Einstein memperkenalkan Teori Relativitas Umum. Einstein menunjukkan bahwa massa bisa membuat ruang(waktu) melengkung/terlipat, semakin besar massa, semakin melengkung ruang(waktu). Sulit dibayangkan ya?
Di tahun 1919, Arthur Eddington membuktikan, ketika pada waktu itu terjadi Gerhana Matahari Total; bintang-bintang di sekitar Matahari teramati dalam posisi yang bergeser dari posisi yang seharusnya.Tentu saja pada saat gerhana, bintang-bintang bisa diamati pada siang hari. Dan bukti pengamatan tersebut menunjukkan bahwa Einstein memang benar. Bagaimana bintang bisa bergeser dari posisi yang seharusnya? Karena medan gravitasi Matahari membelokkan arah pancaran cahaya bintang.
Tapi bukti pembengkokan cahaya oleh Matahari pada saat gerhana itu tidak ada hubungannya
(Source: langitselatan.com)
Penasarankan ?.. Let’s Check this out!
Planet minor adalah istilah yang digunakan untuk obyek langit non planet atau komet yang mengitari Matahari. Planet minor pertama yang ditemukan adalah Ceres pada tahun 1801 yang kemudian dikenal juga sebagai planet katai setelah IAU melakukan redenefinisi terhadap klasifikasi planet di tahun 2006.
Sampai dengan Desember 2010, sudah 257.455 planet minor yang sudah diberi nomor identifikasi / kodifikasi dari 535000 lebih planet minor yang sudah ditemukan. Dan dari 257.455 planet minor itu baru sekitar 16154 planet minor yang sudah memiliki nama resmi. Di antara ribuan nama tersebut, beberapa di antaranya memiliki nama Indonesia, yang diberikan sebagai penghargaan ataupun pengingat akan suatu tempat dan kejadian.
Yang terbaru, pada bulan November 2010, IAU memberikan 4 nama Indonesia sebagai nama 4 asteroid yang berada di Sabuk Utama Asteroid. Keempat nama tersebut merupakan nama-nama mantan kepala Observatorium Bosscha yang diberikan oleh IAU sebagai penghargaan kepada Observatorium Bosscha yang merupakan observatorium di Indonesia sekaligus yang memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan astronomi di langit selatan.
Keempat nama tersebut diberikan pada 4 asteroid yang ditemukan oleh suami istri Cornelis Johannes van Houten dan Ingrid van Houten-Groeneveld yang melakukan analisa dari plat fotografi yang diambil oleh Tom Gehrels tanggal 16 Oktober 1977 dalam Palomar – Leiden Trojan Survey. Penemuan asteroid – asteroid tersebut dilakukan dengan menggunakan teleskop Schmidt 122cm di Observatorium Palomar. Dalam pengamatan tersebut, pemotretan dilakukan dengan menggunakan 68 plat untuk melakukan survei trojan di antara Mars- Jupiter. Di antara planet minor yang ditemukan, 4 asteroid yang diberi nama berdasarkan nama mantan kepala Observatorium Bosscha adalah :
12176 Hidayat / 3468 T-3
Bambang Hidayat promotor astronomi di Indonesia. Ia dikenal dalam pekerjaannya di bidang bintang ganda tampak dan bintang dengan garis emisi H. Ia juga menjadi direktur Observatorium Bosscha di Lembang dari 1968 – 1999 dan menjadi Wakil Presiden IAU dari 1994 – 2000.
(Source: langitselatan.com)
ada yang sudah punya alasannya sebelumnya? mari kita bandingkan dengan alasan ini :D
Jadi pada awal perkembangan sains, orang-orang seperti Copernicus, Kepler, Galileo & Newton berpendapat bahwa alangkah lebih baik (untuk menjelaskan), lebih mudah (secara matematika) & lebih elegan (secara filosofis) bahwa Matahari berada di pusat, sementara Bumi & planet-planet berputar mengelilingi Matahari. Semua punya penjelasan yang memuaskan, secara teori untuk mengatakan hal itu.
Sampai sekarang, pelajaran SMU fisika pun memberikan penjelasan yang jelas & memuaskan, bahwa memang demikian ada-nya. Massa matahari yang jauh lebih besar daripada planet-planet membuat planet-planet harus tunduk pada ikatan gravitasi Matahari, sehingga planet-planet tersebut bergerak mengitari Matahari sebagai pusat. Demikian dari hukum Gravitasi Newton.
Perumusan matematika-nya secara gamblang dan jelas dijelaskan oleh perumusan Kepler, hanya karena Matahari yang menjadi pusat sistem.
(Source: langitselatan.com)
Pernahkah kamu bangun di suatu pagi dan melihat suasana berkabut dan suram d luar, tapi kemudian Matahari muncul dan dengan cepat menghilangkan semua? Tampaknya hal yang mirip seperti itu terjadi dialam semesta, ketika ia masih sangat muda.

Ilustrasi alam semesta ketika berusia belum genap 1 milyar tahun. kredit : ESO/M. Kornmesser
Saat bintang dan galaksi yang pertama terbentuk, alam semesta diisi oleh kabut gas hidogen yang sangat tebal yang menghentikan cahaya bintang untuk menjelajah angkasa. Foto yang ditunjukkan di atas merupakan ilustrasi artis yang digambar dengan komputer untuk menunjukkan seperti apa galaksi – galaksi yang terbentuk di awal alam semesta.
(Source: langitselatan.com)
![]()
Dalam 50 tahun terakhir, teleskop yang dimiliki manusia kian besar dan canggih. Manusia pun dimampukan menjelajah dan mempelajari sedikit demi sedikit benda-benda langit tetangga Bumi, tempat kita tinggal.
Para astronom pun sudah menemukan dan mempelajari planet-planet di luar sana dengan karakter yang unik. Laman berita Dailymailkemudian membuat versi ‘Guinness Book of Records’ angkasa raya. Berikut para pemenangnya:
* Tercepat
Gelar ini diberikan kepada planet SWEEPS-10 yang terbang di sekitar bintangnya pada jarak hanya 740.000 mil, sekitar tiga kali jarak bulan dari bumi. Artinya, setahun berlangsung hanya 10 jam!
(Source: teknologi.vivanews.com)