Home · Laboratorium · Forum · Archive · RSS · Ask · Request · Mobile
Pernahkah kamu bangun di suatu pagi dan melihat suasana berkabut dan suram d luar, tapi kemudian Matahari muncul dan dengan cepat menghilangkan semua? Tampaknya hal yang mirip seperti itu terjadi dialam semesta, ketika ia masih sangat muda.

Ilustrasi alam semesta ketika berusia belum genap 1 milyar tahun. kredit : ESO/M. Kornmesser
Saat bintang dan galaksi yang pertama terbentuk, alam semesta diisi oleh kabut gas hidogen yang sangat tebal yang menghentikan cahaya bintang untuk menjelajah angkasa. Foto yang ditunjukkan di atas merupakan ilustrasi artis yang digambar dengan komputer untuk menunjukkan seperti apa galaksi – galaksi yang terbentuk di awal alam semesta.
(Source: langitselatan.com)
Ada banyak teori dan hipotesis tentang asal usul terbentuknya alam semesta (jagat raya) yang telah dikemukakan para ahli, diantaranya adalah sebagai berikut ini :
1. Hipotesis Nebula
Hipotesis nebula pertama kali dikemukakan oleh Immanuel Kant(1724-1804) pada tahun 1775. Kemudian hipotesis ini disempurnakan oleh Pierre Marquis de Laplace pada tahun 1796. Oleh karena itu, hipotesis ini lebih dikenal dengan Hipotesis nebula Kant-Laplace. Pada tahap awal tata surya masih berupa kabut raksasa.
Kabut ini terbentuk dari debu, es, dan gas yang disebut nebula. Unsur gas sebagian besar berupa hidrogen. Karena gaya gravitasi yang dimilikinya, kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu. Akibatnya, suhu kabut memanas dan akhirnya menjadi bintang raksasa yang disebut matahari. Matahari raksasa terus menyusut dan perputarannya semakin cepat. Selanjutnya cincin-cincin gas dan es terlontar ke sekeliling matahari. Akibat gaya gravitasi, gas-gas tersebut memadat seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalam. Dengan cara yang sama, planet luar juga terbentuk.
(Source: adipedia.com)