Home · Laboratorium · Forum · Archive · RSS · Ask · Request · Mobile
Kamu Tau? Sebuah asteroid berukuran lebih besar dari sebuah kapal induk–atau empat kali besar lapangan bola–akan melintas di antara Bumi dan Bulan, Selasa 8 November 2011. Ia berada dalam jarak terdekatnya dengan Bumi dalam periode 35 tahun.
![]()
Asteroid 2005 YU55, akan melayang dalam jarak 201.700 atau sekitar 325.000 kilometer–masuk ke dalam orbit Bulan. Sebelumnya, ia diketahui berjarak “selemparan batu” dengan Bumi 200 tahun lalu.
Seberapa bahayakah bagi manusia?
![]()
Sejumlah temuan menarik diumumkan oleh astronom dari Penn State University, Pennsylvania, Amerika Serikat. Saat penemuan eksoplanet sudah menjadi temuan biasa, astronom ini menemukan tiga buah planet unik dan sebuah objek misterius di ruang angkasa.
Yang unik di seputar tiga planet ini adalah bahwa mereka mengorbit sebuah bintang merah, yang sudah tua dan sekarat. Bintang ini biasanya berada di tahap akhir hidupnya dan umumnya akan menghisap planet-planet yang berada terlalu dekat dengannya.
(Source: teknologi.vivanews.com)
![]()
Malam ini (14 Oktober 2011) Bulan akan bersinar terang, berdampingan dengan planet terbesar di tata surya, Jupiter – yang berada dalam jarak terdekatnya dengan Matahari.
“Jadi memang pada malam ini, Bulan, Jupiter berada pada posisi oposisi. Artinya posisi Bulan atau Jupiter berlawanan arah Matahari sehingga terlihat purnama,” kata Profesor riset astronomi-astrofisika LAPAN, Thomas Djamaluddin.
(Source: teknologi.vivanews.com)
Kalian pasti bingung, oleh karena itu lihat saja artikel dibawah ini..

Sistem tata surya kita diduga memiliki satu planet gas lagi. Hal ini diungkapkan oleh David Nesvorny dari Colorado Southwest Research Institute.
Menurutnya, tata surya sekarang tidak mungkin tercipta tanpa ada satu planet lagi, karena planet yang lain akan bertabrakan saat proses pembentukan. “Tanpa ada satu planet gas itu, planet yang lain akan tarik-menarik dan mengakibatkannya keluar dari orbit, bahkan bertabrakan,” jelas David.
(Source: nationalgeographic.co.id)

Pluto adalah sebuah planet katai (dwarf planet) dalam Tata Surya. Sebelum 24 Agustus 2006, Pluto berstatus sebagai sebuah planetdan setelah pengukuran, merupakan planet terkecil dan terjauh (urutan kesembilan) dari matahari.
Pada 7 September 2006, nama Pluto diganti dengan nomor saja, yaitu 134340. Nama ini diberikan oleh Minor Planet Center (MPC), organisasi resmi yang bertanggung jawab dalam mengumpulkan data tentang asteroid dan komet dalam tata surya kita.
Pada 1978 Pluto diketahui memiliki satelit yang berukuran tidak terlalu kecil darinya bernama Charon (berdiameter 1.196 km). Kemudian ditemukan lagi satelit lainnya, Nix dan Hydra.
Setelah 75 tahun semenjak ditemukan, Pluto masih terbalut misteri. Saat ini wahana nirawak New Horizons telah diluncurkan untuk meneliti Pluto dan diperkirakan akan mendekati Pluto dalam jarak terkecil pada Juli 2015.
info saja / just information.. :)
Para ilmuwan sampai saat ini masih bertanya-tanya apakah Pluto memiliki lautan. Pasalnya, temperatur permukaan planet terjauh dari bumi itu berada di kisaran -230 °C.
Guillaume Robuchon dan Francis Nimmo, keduanya ilmuwan dari University of California, Santa Cruz, mengungkapkan teori bahwa keberadaan lautan bergantung pada dua faktor; jumlah potasium radioaktif dalam inti Pluto dan temperatur es yang menyelubunginya.
(Source: nationalgeographic.co.id)

Kamu Tau? Laser (singkatan dari bahasa Inggris: Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation) merupakan mekanisme suatu alat yang memancarkan radiasi elektromagnetik, biasanya dalam bentuk cahaya yang tidak dapat dilihat maupun dapat lihat dengan mata normal, melalui proses pancaran terstimulasi. Pancaran laser biasanya tunggal, memancarkan foton dalam pancaran koheren. Laser juga dapat dikatakan efek dari mekanika kuantum.
Saat ini, NASA sedang mengembangkan sistem komunikasi laser agar dapat meningkatkan kecepatan transfer data dengan perangkat mereka di Mars.
Transfer data menggunakan laser dapat meningkatkan kecepatan antara 10 hingga 100 kali dibandingkan sistem frekuensi radio standar yang sekarang digunakan.
“Contohnya, dengan menggunakan kecepatan 6 megabita per detik saat ini, Mars Reconnaissance Orbiter butuh waktu 90 menit untuk mengirim gambar beresolusi tinggi ke Bumi. Dengan sistem komunikasi yang baru, kecepatan bisa mencapai 100 megabita per detik, membuat pengiriman gambar hanya 5 menit,” jelas NASA dalam siaran pers.
Penggunaan laser bukannya tanpa tantangan. Pengaturan lebih sulit dan sistem membutuhkan jalur bebas hambatan. Cuaca dan kondisi atmosfer bisa memengaruhi komunikasi.
NASA berharap komunikasi data berkecepatan tinggi mampu mengantarkan video berdefinisi tinggi dari permukaan Mars.
(Source: nationalgeographic.co.id)