Home · Laboratorium · Forum · Archive · RSS · Ask · Request · Mobile
Sebuah mikroba umumnya menyimpan energi dalam ikatan gas hidrogen dengan bantuan protein disebut sebuah Hidrogenasi. Para peneliti yang terinspirasi oleh alam telah menggunakan protein biasa untuk mendesain bahan yang dapat menyimpan energi gas hidrogen. Bahan sintetis ini bekerja 10 kali lebih cepat daripada protein asli yang ditemukan dalam air tempat tinggal mikroba.
Kamu Tau? Memasukkan elektron dalam ikatan kimia adalah salah satu cara untuk menyimpan energi listrik, yang sangat penting bagi sumber energi terbarukan dan berkelanjutan seperti tenaga surya atau angin.
Namun, Karena hidrogenasi ditemukan dalam alam tidak bertahan lama seperti yang lainnya yang dibangun dari bahan kimia yang lebih keras (kertas vs plastik), para peneliti ingin menarik keluar bagian aktif dari Hidrogenasi Biologis dan mendesain ulang dengan dasar kimia yang stabil.
![]()
Dalam penelitian ini, para peneliti melihat hanya satu bagian kecil dari pemisahan air menjadi gas hidrogen, seperti proses yang cepat ke akhir sebuah film. Dari banyak langkah, ada bagian di akhir ketika katalis telah memegang dua atom hidrogen yang telah diambil dari air dan terkunci bersamaan.
(Source: teknologi.vivanews.com)
![]()
Pada studi itu, peneliti memeriksa 57 penelitian DNA janin dari sekitar 6.500 ibu hamil. Hasilnya kemudian dipubikasikan dalam Journal of American Medical Association.
Dikutip dari New York Times, Jumat 12 Agustus 2011, dari tes analisis DNA janin dalam darah sang ibu, jika kromosom Y hadir, ia akan memiliki anak laki-laki. Jika tidak, berarti janin itu adalah perempuan.
(Source: teknologi.vivanews.com)
Kamu Tau Alga? Alga adalah sekelompok organisme autotrof yang tidak memiliki organ dengan perbedaan fungsi yang nyata. Alga bahkan dapat dianggap tidak memiliki “organ” seperti yang dimiliki tumbuhan (akar, batang, daun, dan sebagainya). Karena itu, alga pernah digolongkan pula sebagai tumbuhanbertalus.
Istilah ganggang pernah dipakai bagi alga, namun sekarang tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan kekacauan arti dengan sejumlah tumbuhan yang hidup di air lainnya, seperti Hydrilla.
![]()
Sebelumnya, American Journal of Human Genetics menemukan bahwa pada sebuah keluarga di Swiss, ada di antara anggota keluarga itu yang tidak memiliki sidik jari seperti orang kebanyakan.
Pada Manusia Normal permukaan jari ditutupi oleh garis-garis berpola yang terbentuk sejak janin berada di kandungan. Garis-garis berpola itu sering disebut sebagai dermatologis. Ketika seorang bayi lahir, pola garis-garis itu telah terbentuk secara sempurna, termasuk sidik jari yang kerap berfungsi penting sebagai alat identifikasi individu.
(Source: teknologi.vivanews.com)

Anjing Tengon adalah anjing hasil cloning ilmuwan Korea Selatan untuk penelitian terhadap penyakit manusia, Seperti Alzheimer dan Parkinson.
“Tegon bisa bersinar di bawah sinar ultraviolet jika diberi antibiotik doxycycline,” ungkap Lee Byeong-chun, ketua tim peneliti dari Seoul National University (SNU).
Kemampuan menghidupkan dan mematikan gen warna ini penting artinya dalam penelitian. Ilmuwan bisa memonitor efek suatu zat yang ditambahkan pada gen tersebut. Sebagai contoh, gen beta-amyloid diketahui sebagai penyebab kerusakan fungsi saraf dalam penyakit Alzheimer. Dengan menghidupkan gen tersebut lalu memonitor fungsi saraf setelahnya, dapat menghasilkan petunjuk tentang perkembangan Alzheimer.
“Pembuatan Tegon membuka wawasan baru mengingat injeksi gen yang dapat membuat anjing ini bersinar bisa digantikan dengan gen-gen penyebab penyakit-penyakit fatal pada manusia,” kata Byeong-chun. Penelitian ini sengaja menggunakan anjing sebagai hewan percobaan karena terdapat sekitar 268 penyakit yang sama-sama bisa diidap oleh manusia dan anjing.
sekedar info saja tengon ini adalah hasil cloning anjing betina jenis beagle (anjing pemburu kecil), dan ilmuwan telah menghabiskan dana 3.2 Milyar won dan selama 5 tahun untuk melakukan uji verifikasi dan kloning ini
(Source: nationalgeographic.co.id)
Manusia yang tinggal di daerah kutub mempunyai Volume otak yang lebih besar dibanding manusia yang tinggal di daerah equator.
Hasil penelitian tersebut otak manusia yang tinggal di daerah kutub memiliki berat (m.g) 50.2 ons, sedangkan otak manusia yang tinggal di daerah garis equator memiliki berat otak 40.6 ons.
Penelitian ini menggunakan sampel 55 individu dari 12 Populasi (daerah) berbeda, dan objek yang diteliti adalah manusia yang hidup pada 200 tahun lalu, dan di awetkan di museum Universitas Oxford - Inggris. Tengkorak penghuni kutub utaranya sendiri tidak dimasukkan ke dalam museum, tetapi mereka membuat perkiraan 20% lebih besar berdasarkan data yang mereka punya.
![]()
Note : Otak besar tidak berarti Pintar atau Cerdas
(Source: teknologi.vivanews.com)